Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

Sunday, February 2, 2014

Blender is Beginning!





Hey Dab, Sesuai Judul nya "Blender is Beginning", ini Hanya akan menceritakan Sebuah project yang baru-baru ini saya selesaikan. Berawal mengenal blender di 1 semester lalu, saya pun jadi tertarik untuk menjajal ke dunia Computer Design (CG). Tetapi semua itu hanya memiliki semangat di awal dan kemudian luntur sampai sedikit yang tersisa. Namun Akhir Desember lalu Bapak saya cerita tentang pembangunan gereja (ya... lebih tepatnya pagar gereja).

Saturday, January 25, 2014

Siapakah Orang-orang yang "MEMBUNUH" karaktermu?

Hey Dab, Kalian pernah denger gak istilah "Pembunuhan Karakter"? asal kalian tahu itu masih sering terjadi di sekitar kita. Oke kali ini saya akan mulai dengan bercerita, ketika saya Kaderisasi ada satu pengalaman yang masih saya ingat. Ketika itu ada sesi dimana setiap orang disuruh untuk maju dan mengucapkan aturan-aturan yang di hafal sebelumnya. Untuk menghafal aturan secara cepat terkadang itu sulit, apa lagi disuruh berbicara di depan teman-teman.

Singkat Cerita ada teman saya yang tidak hafal, sepontan dari kami yang menonton langsung tertawa dan menyorakin yang didepan. Oke, apa yang terjadi selanjutnya? Sotak mengundang reaksikeras dari pembimbing kaderisasi. Beliau mengatakan "Kalian Membunuh Teman Kalian Sendiri! dia disini untuk berkembang tetapi dengan sorakan dan tertawaan kalian dia menjadi semakin malu dan takut untuk di depan". Hal itulah yang mengguah pikiran saya apakah benar seperti itu.

Thursday, January 9, 2014

Fixed Mindset vs Growth Mindset



 “Becoming is better than being” ― Carol S. Dweck

Kita bahas sedikit hasil studi tentang anak-anak pandai yang berpotensi gagal, dan sebaliknya dari Prof Carol S Dweck (Stanford). Carol mengumpulkan dua kelompok anak-anak. Kelompok pertama adalah anak2 berprestasi tinggi dan sadar dikenal sbg anak pandai di sekolah. Klompok ke 2, terdiri dari anak-anak yg prestasi akademisnya biasa-biasa saja & ketika ditanya menjawab, "I am survive". Yg jelas mereka bukan "anak pintar" Kedua kelompok diinterview dan diberi soal2 yang terdiri dari soal yang mudah (sudah pernah diajarkan dan gampang) dan soal2 sulit.

Selama experimen, dalam pelaksanaannya ternyata anak2 kelompok pertama banyak protes ketika mengerjakan soal2 sulit yg blm diajarkan dan mereka menolak mengerjakannya. Lembar jawaban tidak diisi dan merek mengatakan " ini belum diajarkan" Mungkin karena mereka pandai maka mereka tahu apa yang mereka ketahui dan yang tidak diketahui Sebaliknya, anak-anak yang mengaku "survived" justru mengerjakan semua soal. Mereka kurang peduli apakah itu sudah diajarkan atau belum mereka tidak protes, tidak peduli dengan image mereka sekalipun nilainya akan jeblok atau dinilai kurang pandai.

 

Copyright @ 2013 HeyDab.